Dikamar Kos.
***
Malam ini tanpa ada rasa bersalah dan terbebani saya duduk berkhayal berjam-jam, padahal begitu banyak deadline; laporan dan poster pemetaan geologi diakhir bulan, laporan praktikum diakhir pekan, dan harusnya belajar untuk ujiah tengah semester. Waktu berjam-jam ini saya habiskan untuk kembali berputar ke masa lalu, ketika saya masih berseragam putih abu-abu, mungkin minggu terkahir sebelum Ujian Nasional. Saya masih sempat ingat, saya duduk dengan beberapa teman diparkiran guru didekat musholla.
Banyak sekali yang kami bincangkan, ya seputar kuliah, ambisi, dan ideologi masing-masing setelah lulus akan mengapa dan jadi apa. Saya adalah orang yang paling idealis saat itu, ingin yang terbaik, punya target setinggi mungkin, dan melakukan hal-hal paling ideal ketika nanti lulus.
***
Malam ini, 2,5 tahun setelah kejadian tersebut saya merasa, sebentar saya sedang berpikir kalimat paling halus yang dapat menggambarkan keadaan saya saat ini, sangat GAGAL (mungkin ini yang pantas). Tidak satupun hal yang saya cita dan canangkan ketika itu bisa saya gapai sekarang. Saya gagal sebagai individu ideal saya, saya gagal sebagai masyarakat sosial ideal saya, saya gagal melakukan hal-hal sesuai idealisme saya. Intinya saya gagal, saya tidak merasa progresif, saya menyia-nyiakan keadaan yang telah Tuhan berikan secara cuma-cuma. Saya membiarkan kesempatan yang tidak semua orang atau teman-teman saya lainnya bisa dapatkan.
Sayangnya, saya sadar ketika semuanya sudah mendekati akhir.
Tulisan saya semakin campur aduk, tidak apa. Saya sebenarnya tidak dalam kondisi yang baik untuk menulis, tetapi tulisan ini saya dedikasikan untuk diri saya dimasa depan, sebagai reminder kalau saat menulis ini saya sedang berada di titik kekecewaan terbesar dalam hidup saya. Saya tidak ingin hal semacam ini terulang kembali kekehidupan saya dimasa depan, saya tidak ingin merasa gagal lagi, biarlah sekarang, saya tidak mendapatkan apapun yang saya citakan, tangan saya hampa, tapi setidaknya ini menjadi pengalaman berharga dalam hidup saya.
PESAN SAYA
"Kenalilah dirimu, kau hebat karena apa. Jangan merasa hidupmu superior karena sedikit pujian dari orang lain, ya yang bisa jadi hanya basa-basi agar dirimu bahagia. Jangan seperti ku, aku hebat karena Tuhan dan Orangtua, tapi perlahan aku coba menjauh dari mereka. Aku terlalu sombong. Kecewa seperti ku boleh, meratapi nasib boleh,tapi cita-citamu yang hilang jangan kau tangisi seperti aku. Jika kau semakin hancur maka semakin banyak orang lain yang merasa dikecewakan olehmu. Aku tidak akan berhenti, maka kau juga jangan. Selesaikan apa yang telah kau mulai, walaupun akan sangat jauh dari harapan, mending daripada kau mati dalam keadaan hina dan berantakan"
Ini notes pribadi untuk saya
Saya semester 5 tetapi belum melakukan apa-apa
Saya antisosial
Saya introvert
Saya Egois
Semoga Berubah, Aamiin.
"SAYA MENYESAL"
0 komentar:
Posting Komentar