Tulisan sebagai Mahasiswa Teknik FT UGM 2 Tahun yang lalu
***
Yogyakarta, 27 Agustus 2015
Biarlah cerita kita
tersimpan dalam bersama angan dan cita yang begitu besar, ceritakan pada
semua betapa indahnya ukhuwah kita, sampai bertemu lagi dititik
tertinggi dalam hidup. Sampai tujuan yang kalian ingin teruslah jalan
walau kalian rasa tak akan sampai!
Dinginnya suasana
KPFT malam ini tidak sengaja membawaku kembali ke beberapa hari sebelum
ini, semuanya terasa terlalu manis untuk aku coba hilangkan. Iya
kenangan manis bersama mereka sahabat-sahabat ku bukan lebih tepatnya
aku panggil keluarga kecil pertamaku di Yogyakarta yang begitu istimewa
ini. Terima kasih kepada kalian, iya kalian yang udah berhasil
menyiptakan kesan pertama yang begitu indah.
Terima kasih kepada
Mas Alfa (Teknik Elektro 2013) dan Mba Suci (Teknik Fisika 2013)
kakak-kakak pertamaku di Yogyakarta, terima kasih kepada Faiz, Rizqo,
Dinda, Ago, Aisha, Akhlis, Akmal, Ari, Zee, Soni, Dendy, Desanto,Dillah,
Erwan, Evo, Finlan, Hamzah, Huda, Fadil, Mutia, Khaira, Citra, Intan,
Ara, Nadya, Nekkyoo, Oyin, Alek, Tito, Winda, Ria, Rois, Yumna, Uun,
Yasin dan Zahra saudara laki-laki dan perempuan pertamaku di Yogyakarta.
"Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan ?"
Nikmat
tuhan memang begitu besar , bahkan jika kita jadikan pepohonan di bumi
sebagai pena dan lautan sebagai tintanya itu tidak akan cukup untuk
menuliskan semua nikmat yang telah Ia berika kepadaku (Mas Alfa,2015).
Yogyakarta , 10 Agustus 2015
Hari
itu hari keduaku berada di tempat asing yang dahulunya belum pernah aku
bayangkan sama sekali, tanpa keluarga seorang pun, tanpa kenalan, aku
ibaratkan seekor rusa yang kehilangan kerumunan dan tersesat di gurun
pasir tanpa air tanpa rumput. Tinggal tunggu waktu saja sebelum aku
pulang keperaduan-Nya. Aku hilang akal , rasanya ingin pulang saja
ketempat ku berasal walaupun jauh ingin rasanya aku berlari pulang,
entah kapan akan sampai aku tak peduli, mungkin hal ini juga dirasakan
oleh beberapa teman-teman yang mengalami atau bahasa kekiniannya itu
homesick .
Tapi semua berbeda ketika, ya ketika aku mendapatkan pesan singkat yang berisikan pemberitahuan
" ............... Gimana kabarnya dik Ihsan Akmala?
Selamat sudah diterima menjadi mahasiswa Fakultas terbesar di kampus
terbaik Indonesia! Dan ... Yang mendapat sms ini menjadi bagian dari
Keluarga baru kita, Keluarga Bacan , Laskar 15. .............. -Alfa
pemandu Laskar 15"
Oh Tuhan! Ini jalannya! Semoga aku
dipertemukan dengan orang-orang yang begitu luar biasa, orang-orang yang
memiliki perjuangan yang begitu besar sehingga perjuangannya menjadi
inspirasi untuk aku menjadi semakin bergairah menjalani 4 tahun kedepan
di Universitas Gadjah Mada ini! Aamiin.
First Gathering
"Pertemuan singkat yang terjadi amat cepat, tidak disangka aku telah terhipnotis olehmu"
Masih
ingat pertemuan pertama kita di taman pasca sarjana Bacan?semoga kalian
tidak lupa , karena semua yang terjadi hari itu bukan terjadi begitu
saja, semuanya telah ada yang mengatur,
Masih aku ingat wajah-wajah
lugu kita waktu itu, dengan wajah penuh semangat yang terbungkus
kebingungan terpancar dari air muka kita bersama. Mungkin dalam hati
masing-masin kita bertanya, mengapa kita dikumpulkan seperti ini di
tempat seperti ini dengan teman teman seperti ini? bahkan mereka bukan
teman satu jurusan di Fakultas Teknik.
Tapi inilah yang aku suka dari
Universitas Gadjah Mada dan Panitia PPSMB Fakultas Teknik yang begitu
peduli kepada mahasiswa barunya terkhusus yang berasal dari luar daerah.
Inisiatif untuk mengelompokkan mahasiswa baru sangat efektif untuk
memberikan relasi-relasi pertama kepada mahasiswa baru khususnya bagi
kami yang belum punya seorang pun kenalan di Yogyakarta, sekali lagi
terima kasih panitia.
Kembali lagi ke pertemuan pertama kita di taman
pasca sarjana, kita berkenalan, kita saling mengobrol, membicarakan
hal-hal seperlunya sebatas perkenalan awal orang-orang yang belum kenal
sebelumnya. Tidak ada yang tahu sebelumnya pertemuan kita disana menjadi
awal dari cerita besar kita di Universitas Gadjah Mada.
Satu-satu
dari kita berkenalan, kita berbagi cerita. Dan satu lagi yang takkan
pernah aku lupakan, hanya rasa terima kasih yang bisa aku berikan kepada
pemandu pemandu yang sangat luar biasa. Kalian tebarkan inspirasi
kepada kami, kalian berikan lecutan semangat untuk kami, kalian berikan
sesuatu yang benar-benar kami butuhkan sesaat sebelum memasuki jenjang
perkuliahan, terima kasih.
Pertemuan-Pertemuan Selanjutnya
Hari-hari
selanjutnya kita lalui bersama, tugas-tugas kita kerjakan dengan
bahagia ,semua masalah kita carikan jalan keluarnya. Keluh kesah karena
tugas yang begitu banyak sering terlontar dari mulut kita, tapi inilah
esensinya, kita bersama melakukannya, kita mengerti artinya sama kerja,
bahkan tugas yang awalnya begitu berat menjadi tidak terasa.Semakin hari
ukhuwah kita semakin terjaga, kita berbagi canda tawa, kita berbagi
cerita , tiada duka yang tercipta bahkan aku merasa kalian seperti
keluarga. Pagi siang bahkan sampai malam harinya, raga ini tidak pernah
merasakan penat karena selalu terjaga. Mungkin karena semangat positif
kalian semua atau karena canda tawa dan manisnya senyuman dari
teman-teman semua.
Tidak terasa, PPSMB Kesatria sebentar
lagi akan hadir , semakin dekat. Tapi tenang semuanya telah kita
persiapkan berhari-hari sebelumnya. Pemandu semakin bersemangat
menyaksikan kami menghadapi PPSMB Kesatria, bersiap menyerap ilmu dari
semua materi yang akan diberikan, tidak jarang sesekali mengingatkan
untuk tetap menjaga kedisiplinan selama mengikuti PPSMB nantinya.
Stadium Generale
Pagi
ini terasa begitu berbeda, aku harus bangun lebih awal dan mandi dengan
lebih awal tentunya. Dingin! Pagi ini begitu dingin, tapi aku yakin,
semuanya akan terbayar ketika aku telah menginjakkan kaki di Fakultas
pagi ini.
06.00 waktu bagian Yogyakarta
Aku sampai
disini, dedepan tugu teknik yang begitu megah ini, suasana disini sudah
lumayan ramai. Tapi tidak satupun dari mahasiswa baru lainnya yang
memasuki police line yang telah dipasang panitia.
06.30 waktu bagian Yogyakarta
setengah jam setelah waktu pertama kali aku tiba, iya semua mahasiswa baru telah berkumpul disini. Panitia bersiap-siap membuka police line
yang tadi terpasang. Bagai anak ayam yang dilepaskan dari kandangya,
kami berhamburan masuk terdengar musik pengiring masuknya kami menuju
fakultas, dan terlihat bendera KMHM berkibar, Ini sambutan?!!! WOW Masya
Allah! bulu tanganku berdiri, aku ternganga! Ini luar biasa! Rasanya
jerih payahku untuk berjuang menuju Kampus Biru ini terbayar pagi ini.
Tak bisa dibayangkan, aku ibaratnya seorang raja pagi ini. Ini takkan
pernah aku lupakan, sekali lagi terima kasih kepada kakak-kakak panitia
yang luar biasa.
Rangkaian acara hari itu sangat luar biasa!
Inilah rasanya jika masuk di kampus terbaik di Indonesia, inilah
rasanya, bahagia luar biasa.
PPSMB Kesatria
Acara
yang sudah sejak lama di nanti akhirnya datang menghampiri, tapi tenang
aku yakin kami Laskar Bacan 15 telah siap untuk menghadapi! Kami 100%
siap. Tidak ada yang bisa menghentikan langkah laju kami, tenang saja
kami juga akan menyerap semuanya dengan baik. Kami akan belajar dengan
baik , menerima materi dengan baik , dan akan mengaplikasikannya dengan
luar biasa baik.
2 hari yang penuh arti, semuanya aku dapatkan disini dari materi nasionalisme, life plan
, dan kepemimpinan terukir jelas dipikiranku dikarenakan pemateri yang
begitu luar biasa menyampaikan dengan caranya. Suasana PPSMB tidak akan
pernah bisa aku bayangkan sebelumnya, dalam pikiranku yang begitu penuh
stigma negatif pengenalan fakultas sempat menakut nakutiku sebelum
melaksanakan PPSMB. Tapi semunya berbeda ketika aku menyaksikan sendiri
bagaimana PPSMB itu sebenarnya, semua berbeda sungguh! ini penuh akan
keceriaan! Takkan cukup waktuku untuk menyeritakan semuanya pada kalian,
intinya ini berbeda, ini berguna , dan ini sangat bermanfaat teman!
PPSMB
ditutup dengan kebahagiaan, Band Fakultas pun memainkan lagu "anak
Teknik". Jujur , emosional memang momen ini, seakan waktu wisuda kami,
padahal kami baru masuk hehehe. Aku pandangi sekitar, terlihat wajah
binar bahagia angkatan ku, semuanya merasakan kebahagian bersama tanpa
beban dan ya penuh euphoria.
KESAN PESAN KESATRIA MUDA
Terima
kasih kepada kakak-kakak panitia pelaksana, banwas , komisi disiplin.
Karena kalian adalah sutradara suksesnya acara PPSMB Kesatria 2015.
Tanpa kenal lelah, bahkan kami tahu kalian telah datang sebelum matahari
menunjukkan kilaunya, saat embun dingin masih menyelimuti gelapnya
Fakultas Teknik. Terima kasih.
Untuk pemandu yang luar biasa!
Terima kasih terima kasih terima kasih! Seandainya ada kata selain
terima kasih yang pantas untuk kalian. Terima kasih atas semua ilmunya,
motivasinya, kepeduliannya, semuanya. Inilah yang sebenarnya dibutuhkan
oleh mahasiswa baru seperti kami. Kamu butuh dinamid baru untuk bergerak
melompat lebih tinggi. Bahkan sebagian dari kami masih ada yang begitu
larut dengan kebahagiannya diterima di Universitas ini, terima kasih
telah selalu mengingatkan karena perkuliahan itu butuh persiapan yang
lebih dari sekedar mental.
Semoga pemandu (kalian) mendapatkan
balasan yang pantas di akhirat aamiin, atas semua yang telah coba
berikan kepada kami , kasih sayang bak kami ini memang adik-adik kandung
kalian, bak saudara kandung yang memang harus kalian bimbing. Mohon
maaf atas segala kesalahan kami yang telah kami perbuat selama kita
bersama, kami manusia ya tempatnya khilaf. Kami sadar perkataan dan
perbuatan kami selama kepemanduan telah membuat hati kalian tidak
berkenan. Sekali lagi kami mohon maaf, dengan semua yang kalian berikan
kepada kami , kami balas dengan ketidak sopanan.
Buat teman-teman Bacan Laskar 15.
Untuk kalian saudara-saudaraku
Tetaplah bermimpi
Teruslah berlari
Gapai mimpi dan target besar kalian
Aku disini akan terus berjuang
Kalian juga harus!
Semoga kita bertemu di puncak kesuksesan bersama Aamiin
Ingat orang tua kita
Ingat tujuan awal kita
Teruslah berlari aku mohon
Mimpi akan selalu jadi mimpi tanpa usaha kita
Ini seperti hukum aksi reaksi
semua reaksi butuh aksi
Semua hasil maksimal butuh proses optimal
Temanku
Sahabatku
Saudaraku
Keluargaku
Permintaanku
Tolong ingatkan aku,jika suatu saat aku keluar jalur kita
jalur menuju cita cita tertinggi kita
kita saudara bukan?
tolong ingatkan aku jika aku jauh dari-Nya
Tanpa kehendaknya aku bahkan takkan bisa bertemu kalian, saudara saudaraku tercinta
"Baru saja berakhir
hujan di sore ini
menyisakan keajaiban
kilauan indahnya pelangi
Tak pernah terlewatkan
dan tetap mengaguminya
kesempatan seperti ini
tak akan bisa dibeli
bersamamu kuhabiskan waktu
senang bisa mengenal dirimu
rasanya semua begitu sempurna
sayang untuk mengakhirinya
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini " Ipang-Sahabat Kecil