"Sampai tujuan yang aku ingin Terus jalan walau tak akan sampai Di tengah mimpi air mata mengalir Ku hapus dengan tangan ini - Boku no Sakura"

PENYESALAN

3 Oktober 2017, 22.12 Wib.
Dikamar Kos.

***

Malam ini tanpa ada rasa bersalah dan terbebani saya duduk berkhayal berjam-jam, padahal begitu banyak deadline; laporan dan poster pemetaan geologi diakhir bulan, laporan praktikum diakhir pekan, dan harusnya belajar untuk ujiah tengah semester. Waktu berjam-jam ini saya habiskan untuk kembali berputar ke masa lalu, ketika saya masih berseragam putih abu-abu, mungkin minggu terkahir sebelum Ujian Nasional. Saya masih sempat ingat, saya duduk dengan beberapa teman diparkiran guru didekat musholla.

Banyak sekali yang kami bincangkan, ya seputar kuliah, ambisi, dan ideologi masing-masing setelah lulus akan mengapa dan jadi apa. Saya adalah orang yang paling idealis saat itu, ingin yang terbaik, punya target setinggi mungkin, dan melakukan hal-hal paling ideal ketika nanti lulus.

***
Malam ini, 2,5 tahun setelah kejadian tersebut saya merasa, sebentar saya sedang berpikir kalimat paling halus yang dapat menggambarkan keadaan saya saat ini, sangat GAGAL (mungkin ini yang pantas). Tidak satupun hal yang saya cita dan canangkan ketika itu bisa saya gapai sekarang. Saya gagal sebagai individu ideal saya, saya gagal sebagai masyarakat sosial ideal saya, saya gagal melakukan hal-hal sesuai idealisme saya. Intinya saya gagal, saya tidak merasa progresif, saya menyia-nyiakan keadaan yang telah Tuhan berikan secara cuma-cuma. Saya membiarkan kesempatan yang tidak semua orang atau teman-teman saya lainnya bisa dapatkan. 

Sayangnya, saya sadar ketika semuanya sudah mendekati akhir.  

Tulisan saya semakin campur aduk, tidak apa. Saya sebenarnya tidak dalam kondisi yang baik untuk menulis, tetapi tulisan ini saya dedikasikan untuk diri saya dimasa depan, sebagai reminder kalau saat menulis ini saya sedang berada di titik kekecewaan terbesar dalam hidup saya. Saya tidak ingin hal semacam ini terulang kembali kekehidupan saya dimasa depan, saya tidak ingin merasa gagal lagi, biarlah sekarang, saya tidak mendapatkan apapun yang saya citakan, tangan saya hampa, tapi setidaknya ini menjadi pengalaman berharga dalam hidup saya.
PESAN SAYA

"Kenalilah dirimu, kau hebat karena apa. Jangan merasa hidupmu superior karena sedikit pujian dari orang lain, ya yang bisa jadi hanya basa-basi agar dirimu bahagia. Jangan seperti ku, aku hebat karena Tuhan dan Orangtua, tapi perlahan aku coba menjauh dari mereka. Aku terlalu sombong. Kecewa seperti ku boleh, meratapi nasib boleh,tapi cita-citamu yang hilang jangan kau tangisi seperti aku. Jika kau semakin hancur maka semakin banyak orang lain yang merasa dikecewakan olehmu. Aku tidak akan berhenti, maka kau juga jangan. Selesaikan apa yang telah kau mulai, walaupun akan sangat jauh dari harapan, mending daripada kau mati dalam keadaan hina dan berantakan"

Ini notes pribadi untuk saya
Saya semester 5 tetapi belum melakukan apa-apa
Saya antisosial
Saya introvert
Saya Egois
Semoga Berubah, Aamiin.

"SAYA MENYESAL"

Share:

Ukiran Indah Kesatria Muda

Tulisan sebagai Mahasiswa Teknik FT UGM 2 Tahun yang lalu
***

Yogyakarta, 27 Agustus 2015


Biarlah cerita kita tersimpan dalam bersama angan dan cita yang begitu besar, ceritakan pada semua betapa indahnya ukhuwah kita, sampai bertemu lagi dititik tertinggi dalam hidup. Sampai tujuan yang kalian ingin teruslah jalan walau kalian rasa tak akan sampai!

Dinginnya suasana KPFT malam ini tidak sengaja membawaku kembali ke beberapa hari sebelum ini, semuanya terasa terlalu manis untuk aku coba hilangkan. Iya kenangan manis bersama mereka sahabat-sahabat ku bukan lebih tepatnya aku panggil keluarga kecil pertamaku di Yogyakarta yang begitu istimewa ini. Terima kasih kepada kalian, iya kalian yang udah berhasil menyiptakan kesan pertama yang begitu indah.

Terima kasih kepada Mas Alfa (Teknik Elektro 2013) dan Mba Suci (Teknik Fisika 2013) kakak-kakak pertamaku di Yogyakarta, terima kasih kepada Faiz, Rizqo, Dinda, Ago, Aisha, Akhlis, Akmal, Ari, Zee, Soni, Dendy, Desanto,Dillah, Erwan, Evo, Finlan, Hamzah, Huda, Fadil, Mutia, Khaira, Citra, Intan, Ara, Nadya, Nekkyoo, Oyin, Alek, Tito, Winda, Ria, Rois, Yumna, Uun, Yasin dan Zahra saudara laki-laki dan perempuan pertamaku di Yogyakarta.

"Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan ?"

Nikmat tuhan memang begitu besar , bahkan jika kita jadikan pepohonan di bumi sebagai pena dan lautan sebagai tintanya itu tidak akan cukup untuk menuliskan semua nikmat yang telah Ia berika kepadaku (Mas Alfa,2015).

Yogyakarta , 10 Agustus 2015

Hari itu hari keduaku berada di tempat asing yang dahulunya belum pernah aku bayangkan sama sekali, tanpa keluarga seorang pun, tanpa kenalan, aku ibaratkan seekor rusa yang kehilangan kerumunan dan tersesat di gurun pasir tanpa air tanpa rumput. Tinggal tunggu waktu saja sebelum aku pulang keperaduan-Nya. Aku hilang akal , rasanya ingin pulang saja ketempat ku berasal walaupun jauh ingin rasanya aku berlari pulang, entah kapan akan sampai aku tak peduli, mungkin hal ini juga dirasakan oleh beberapa teman-teman yang mengalami atau bahasa kekiniannya itu homesick .

Tapi semua berbeda ketika, ya ketika aku mendapatkan pesan singkat yang berisikan pemberitahuan

" ............... Gimana kabarnya dik Ihsan Akmala? Selamat sudah diterima menjadi mahasiswa Fakultas terbesar di kampus terbaik Indonesia! Dan ... Yang mendapat sms ini menjadi bagian dari Keluarga baru kita, Keluarga Bacan , Laskar 15. .............. -Alfa pemandu Laskar 15"

Oh Tuhan! Ini jalannya! Semoga aku dipertemukan dengan orang-orang yang begitu luar biasa, orang-orang yang memiliki perjuangan yang begitu besar sehingga perjuangannya menjadi inspirasi untuk aku menjadi semakin bergairah menjalani 4 tahun kedepan di Universitas Gadjah Mada ini! Aamiin.

First Gathering

"Pertemuan singkat yang terjadi amat cepat, tidak disangka aku telah terhipnotis olehmu"

Masih ingat pertemuan pertama kita di taman pasca sarjana Bacan?semoga kalian tidak lupa , karena semua yang terjadi hari itu bukan terjadi begitu saja, semuanya telah ada yang mengatur,
Masih aku ingat wajah-wajah lugu kita waktu itu, dengan wajah penuh semangat yang terbungkus kebingungan terpancar dari air muka kita bersama. Mungkin dalam hati masing-masin kita bertanya, mengapa kita dikumpulkan seperti ini di tempat seperti ini dengan teman teman seperti ini? bahkan mereka bukan teman satu jurusan di Fakultas Teknik.
Tapi inilah yang aku suka dari Universitas Gadjah Mada dan Panitia PPSMB Fakultas Teknik yang begitu peduli kepada mahasiswa barunya terkhusus yang berasal dari luar daerah. Inisiatif untuk mengelompokkan mahasiswa baru sangat efektif untuk memberikan relasi-relasi pertama kepada mahasiswa baru khususnya bagi kami yang belum punya seorang pun kenalan di Yogyakarta, sekali lagi terima kasih panitia.
Kembali lagi ke pertemuan pertama kita di taman pasca sarjana, kita berkenalan, kita saling mengobrol, membicarakan hal-hal seperlunya sebatas perkenalan awal orang-orang yang belum kenal sebelumnya. Tidak ada yang tahu sebelumnya pertemuan kita disana menjadi awal dari cerita besar kita di Universitas Gadjah Mada.
Satu-satu dari kita berkenalan, kita berbagi cerita. Dan satu lagi yang takkan pernah aku lupakan, hanya rasa terima kasih yang bisa aku berikan kepada pemandu pemandu yang sangat luar biasa. Kalian tebarkan inspirasi kepada kami, kalian berikan lecutan semangat untuk kami, kalian berikan sesuatu yang benar-benar kami butuhkan sesaat sebelum memasuki jenjang perkuliahan, terima kasih.

Pertemuan-Pertemuan Selanjutnya


Hari-hari selanjutnya kita lalui bersama, tugas-tugas kita kerjakan dengan bahagia ,semua masalah kita carikan jalan keluarnya. Keluh kesah karena tugas yang begitu banyak sering terlontar dari mulut kita, tapi inilah esensinya, kita bersama melakukannya, kita mengerti artinya sama kerja, bahkan tugas yang awalnya begitu berat menjadi tidak terasa.Semakin hari ukhuwah kita semakin terjaga, kita berbagi canda tawa, kita berbagi cerita , tiada duka yang tercipta bahkan aku merasa kalian seperti keluarga. Pagi siang bahkan sampai malam harinya, raga ini tidak pernah merasakan penat karena selalu terjaga. Mungkin karena semangat positif kalian semua atau karena canda tawa dan manisnya senyuman dari teman-teman semua.



Tidak terasa, PPSMB Kesatria sebentar lagi akan hadir , semakin dekat. Tapi tenang semuanya telah kita persiapkan berhari-hari sebelumnya. Pemandu semakin bersemangat menyaksikan kami menghadapi PPSMB Kesatria, bersiap menyerap ilmu dari semua materi yang akan diberikan, tidak jarang sesekali mengingatkan untuk tetap menjaga kedisiplinan selama mengikuti PPSMB nantinya.


Stadium Generale

Pagi ini terasa begitu berbeda, aku harus bangun lebih awal dan mandi dengan lebih awal tentunya. Dingin! Pagi ini begitu dingin, tapi aku yakin, semuanya akan terbayar ketika aku telah menginjakkan kaki di Fakultas pagi ini.

06.00 waktu bagian Yogyakarta

Aku sampai disini, dedepan tugu teknik yang begitu megah ini, suasana disini sudah lumayan ramai. Tapi tidak satupun dari mahasiswa baru lainnya yang memasuki police line yang telah dipasang panitia.

06.30 waktu bagian Yogyakarta

setengah jam setelah waktu pertama kali aku tiba, iya semua mahasiswa baru telah berkumpul disini. Panitia bersiap-siap membuka police line yang tadi terpasang. Bagai anak ayam yang dilepaskan dari kandangya, kami berhamburan masuk terdengar musik pengiring masuknya kami menuju fakultas, dan terlihat bendera KMHM berkibar, Ini sambutan?!!! WOW Masya Allah! bulu tanganku berdiri, aku ternganga! Ini luar biasa! Rasanya jerih payahku untuk berjuang menuju Kampus Biru ini terbayar pagi ini. Tak bisa dibayangkan, aku ibaratnya seorang raja pagi ini. Ini takkan pernah aku lupakan, sekali lagi terima kasih kepada kakak-kakak panitia yang luar biasa.


Rangkaian acara hari itu sangat luar biasa! Inilah rasanya jika masuk di kampus terbaik di Indonesia, inilah rasanya, bahagia luar biasa.


PPSMB Kesatria

Acara yang sudah sejak lama di nanti akhirnya datang menghampiri, tapi tenang aku yakin kami Laskar Bacan 15 telah siap untuk menghadapi! Kami 100% siap. Tidak ada yang bisa menghentikan langkah laju kami, tenang saja kami juga akan menyerap semuanya dengan baik. Kami akan belajar dengan baik , menerima materi dengan baik , dan akan mengaplikasikannya dengan luar biasa baik.

2 hari yang penuh arti, semuanya aku dapatkan disini dari materi nasionalisme, life plan , dan kepemimpinan terukir jelas dipikiranku dikarenakan pemateri yang begitu luar biasa menyampaikan dengan caranya. Suasana PPSMB tidak akan pernah bisa aku bayangkan sebelumnya, dalam pikiranku yang begitu penuh stigma negatif pengenalan fakultas sempat menakut nakutiku sebelum melaksanakan PPSMB. Tapi semunya berbeda ketika aku menyaksikan sendiri bagaimana PPSMB itu sebenarnya, semua berbeda sungguh! ini penuh akan keceriaan! Takkan cukup waktuku untuk menyeritakan semuanya pada kalian, intinya ini berbeda, ini berguna , dan ini sangat bermanfaat teman!

PPSMB ditutup dengan kebahagiaan, Band Fakultas pun memainkan lagu "anak Teknik". Jujur , emosional memang momen ini, seakan waktu wisuda kami, padahal kami baru masuk hehehe. Aku pandangi sekitar, terlihat wajah binar bahagia angkatan ku, semuanya merasakan kebahagian bersama tanpa beban dan ya penuh euphoria.


KESAN PESAN KESATRIA MUDA

Terima kasih kepada kakak-kakak panitia pelaksana, banwas , komisi disiplin. Karena kalian adalah sutradara suksesnya acara PPSMB Kesatria 2015. Tanpa kenal lelah, bahkan kami tahu kalian telah datang sebelum matahari menunjukkan kilaunya, saat embun dingin masih menyelimuti gelapnya Fakultas Teknik. Terima kasih.

Untuk pemandu yang luar biasa! Terima kasih terima kasih terima kasih! Seandainya ada kata selain terima kasih yang pantas untuk kalian. Terima kasih atas semua ilmunya, motivasinya, kepeduliannya, semuanya. Inilah yang sebenarnya dibutuhkan oleh mahasiswa baru seperti kami. Kamu butuh dinamid baru untuk bergerak melompat lebih tinggi. Bahkan sebagian dari kami masih ada yang begitu larut dengan kebahagiannya diterima di Universitas ini, terima kasih telah selalu mengingatkan karena perkuliahan itu butuh persiapan yang lebih dari sekedar mental.

Semoga pemandu (kalian) mendapatkan balasan yang pantas di akhirat aamiin, atas semua yang telah coba berikan kepada kami , kasih sayang bak kami ini memang adik-adik kandung kalian, bak saudara kandung yang memang harus kalian bimbing. Mohon maaf atas segala kesalahan kami yang telah kami perbuat selama kita bersama, kami manusia ya tempatnya khilaf. Kami sadar perkataan dan perbuatan kami selama kepemanduan telah membuat hati kalian tidak berkenan. Sekali lagi kami mohon maaf, dengan semua yang kalian berikan kepada kami , kami balas dengan ketidak sopanan.

Buat teman-teman Bacan Laskar 15.
Untuk kalian saudara-saudaraku
Tetaplah bermimpi
Teruslah berlari
Gapai mimpi dan target besar kalian
Aku disini akan terus berjuang
Kalian juga harus!
Semoga kita bertemu di puncak kesuksesan bersama Aamiin

Ingat orang tua kita
Ingat tujuan awal kita
Teruslah berlari aku mohon
Mimpi akan selalu jadi mimpi tanpa usaha kita
Ini seperti hukum aksi reaksi
semua reaksi butuh aksi
Semua hasil maksimal butuh proses optimal

Temanku
Sahabatku
Saudaraku
Keluargaku
Permintaanku
Tolong ingatkan aku,jika suatu saat aku keluar jalur kita
jalur menuju cita cita tertinggi kita
kita saudara bukan?
tolong ingatkan aku jika aku jauh dari-Nya
Tanpa kehendaknya aku bahkan takkan bisa bertemu kalian, saudara saudaraku tercinta

"Baru saja berakhir
hujan di sore ini
menyisakan keajaiban
kilauan indahnya pelangi

Tak pernah terlewatkan
dan tetap mengaguminya
kesempatan seperti ini
tak akan bisa dibeli

bersamamu kuhabiskan waktu
senang bisa mengenal dirimu
rasanya semua begitu sempurna
sayang untuk mengakhirinya

Janganlah berganti
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini " Ipang-Sahabat Kecil



Share:

November di Langit Lain |3

[29 Desember 2015]

Malam memang selalu begini, selalu menyimpan sesuatu yang luar biasa indah di balik raut wajahnya yang kelam. Malam ini sudah hampir penghujung bulan Desember tapi judul post ku masih November di Langit Lain haha mungkin kenangan November memang susah untuk dilupakan.

=============================================================================================

Maaf harus menunggu lama, sulit juga memutar kembali memori ini menuju tempat dan suasana yang aku inginkan.

Entahlah waktu itu tepatnya tanggal berapa, yang pasti itu sebelum bulan April. Pengisian form SNMPTN pun sudah bisa dimulai, semua teman-temanku terlihat antusias, anak-anak kelas 3 terlihat mulai pro aktif mencari guru guru yang dulunya mereka berharap tidak akan bertemu lagi, hahah ya untuk menuntaskan nilai yang sempat tidak tuntas dahulu.

Berlanjut dengan sibuknya teman-teman ku yang mencari guru "favorit" mereka , disisi lain teman teman ku yang merupakan jagoan nya sekolah (kalau diingat ingat ini seperti dua sisi mata uang yang berbeda ) malah dipusingkan dengan universitas mana yang akan mereka pilih.Pokoknya suasana sekolah saat itu memang berubah drastis, tiada lagi try out tiada lagi uas tiada lagi Ujian Nasional yang sebenarnya semakin dekat saja.

Suasana sekolah menjadi kacau,semua orang punya harapan dan semua orang ingin berharap lebih.Semua orang mendadak menjadi egois kala itu,mereka yang punya nilai lebih dibandingkan yang lain bisa memaksakan kehendak mereka ingin dimana,mereka yang nilainya lebih bisa bebas saja memilih semua yang mereka sukai tanpa memikirkan orang lain yang sudah bertahan sejak lama dengan apa yang ingin ia pilih. . Tapi itu wajar, itu tidak bisa disalahkan. Semua yang mereka lakukan kala itu sesuai dengan bagaimana perjuangan mereka sebelumnya, bagaimana mereka jungkir balik mengerjakan tugas sekolah,soal ujian dan semua yang berhubungan dengan nilai rapor, dan disanalah aku baru menyadari kalau persaingan itu kejam. Seleksi alam memang benar benar ada.

Jika aku gambarkan sekolah saat itu, saat itu saat saat dimana aku sangat benci sekolah. Setiap sudut ruangan sekolah semua orang membicarakan universitas,tahu apa mereka tantang universitas , tahu apa mereka tentang mahasiswa dan kampus dan tahu apa mereka dengan jurusan yang akan dipilih, kebanyakan hanya bicara gengsi dan hanya beberapa yang punya niat tulus dan jalan lurus menuju universitas.

Berjalan menyusuri sudut sekolah membuat ku harus punya telinga yang cukup tebal, tidak hanya teman seangkatan , adik kelas juga sibuk menanyakan kemana kakak kelasnya ingin berencana melanjutkan, entahah gunanya apa? untuk memotivasi diri? bull-tai, aku berani bicara seperti ini karena setahun sebelumnya aku juga melakukan hal yang sama dengan apa yang mereka lakukakan, ya embel embel ingin termotivasi nyatanya? Zonk!

Tiada lagi bicara tentang keakraban,tiada lagi futsal,tiada lagi PES, tiada lagi nongkrong. Semua topik topik dahulu tergantikan dengan universitas,jurusan,fakultas,apalah itu bahkan tidak sedikit yang memulai perdebatan tentang jurusan apa yang punya prospek paling menggiurkan,semua orang bersikeras dengan pilihan mereka merupakan pilihan terbaik dibanding pilihan lain,aneh.Hari terus berlalu,waktu menentukan pilihan semakin sempit,tidak sedikit yang sudah merasa kalau sudah mantap di jurusan dan universitas apa yang akan mereka tuju. Sekolah semakin tidak karuan,ini bukan sekolah, ini tempat adu gengsi dan adu keren cita-cita semu para muridnya.

Pagi ku disekolah tidak seindah dulu,embun pagi sekolah tiba tiba membuat gerah, panas terik siang di sekolah lebih membakar daripada sebelumnya.Semua murid kelas 3 tidak itu dikelas, dikantin,di wc, dilapangan upacara,di laboratorium,di musholla , di uks, dimanapun membicarakan jurusan-universitas. Teknik elektro,perminyakan,lingkungan sipil, kedokteran,arsitek, bla bla bla. Universitas Indonesia,Universitas Gadjah Mada,ITB,Universitas Padjajaran , bla bla bla hanya itu itu dan selalu itu yang aku dengarkan.

Disisi lain ...

Sudah puas menyeritakan bagaimana kondisi sekolah ku saat itu, sedangkan aku duduk berkhayal di ujung ruangan, disudut pembatas antar kelas bersama salah seorang teman ku,Ahmad. Kami berdua duduk tanpa bicara sepatah katapun, tapi aku tau dan dia pun tau di dalam pikiran kami ada banyak yang sedang kami coba selesaikan.Aku mulai cerita lain dengan sudut pandang lain ini dengan menyeritakan bagaimana cerita perjalanan si Ahmad ini. Jikalau aku bandingkan sekarang, perjuangan menuju bangku universitasnya begitu luar biasa.Ahmad adalah seorang anak yang tidak muluk-muluk, ia tidak pernah ingin bercerita tentang ia ingin kuliah dimana jurusan apa, bahkan dia berkata lebih memilih untuk bekerja setelah tamat SMA ini,walaupun aku tahu hasratnya untuk berkuliah sangatlah besar.

Ahmad adalah seorang anak yang cerdas menurutku,karena aku telah kenal dia sejak aku berada di sekolah menengah pertama dahulu. Jadi aku juga sedikit terkejut jika dia tidak terlalu ingin melanjutkan ke universitas. Perlahan ku coba yakinkan dia dan masuk ke dalam kehidupannya, hal apa yang membuat dia tidak terlalu ingin berkuliah padahal dia punya kemampuan jikalau menurutku.Hari hari kami lewati bersama semenjak pengumuman dibukannya pendaftaran SNMPTN itu. Kami lalui hari berdua melawan hiruk pikuknya sekolah yang membahas universitas itu.Perlahan kami berbagi cerita ,tapi tidak aku biarkan dia mengetahui cerita ku hingga dalam ,sedangkan aku berusaha mengetahui apa ceritanya sampai dasar,egoisnya aku. Awalnya dia tidak mau cerita terlalu jauh,tapi karena kelihaianku bergaul akhirnya dia perlahan menyeritakan semuanya. Dia ceritakan sebab musabab apa yang membuat dia tidak terlalu bergairah,hal apa yang seakan menahan langkahnya untuk melaju ke bangku universitas, seberapa besar mimpi dan hasratnya mengenyam dunia kampus ,dan hal apa yang ia lakukan semisal dia tidak menginjakkan kaki di kampus,akhirnya aku tahu.-c-

=============================================================================================


Hari sudah terlalu larut,ada baiknya cerita ini bersambung disini dulu.



"Jika sudah punya alasan untuk lari dan pergi, untuk apa kau berusaha kembali? Teruskanlah!" -Pemilik Blog Tampan



Share:

November di Langit Lain |2

-c-


[23 November 2015]

Maaf tulisanku sebelumnya serasa menggantung sesuatu yang tidak menggantung. Jujur aku tertidur bersamaan dengan penatnya badan ini, wajar saja aku baru saja pulang dari kuliah lapangan kedua di semester 1 ini, ya ke daerah Kulon Progo, Sleman, DIY.

Nah ini saat yang tepat untuk melanjutkan tulisan ini. Aku Ihsan Akmala seorang anak daerah yang masih sama seperti dulu, aku masih bandel, aku masih selengek-an , aku masih baper , dan aku masih terlalu bersemangat dan kuat dari ancaman putus asa! hehe

Kalau kalian sempat membaca postingan ku sebelum ini , bukan ... jauh di bulan Februari sampai dengan Maret , postingan masa lalu ku ketika aku masih menginjak masa SMA, postingan dimana aku masih memimpikan kuliah di salah satu universitas atau institut terbaik di Indonesia. Kondisi dimana aku masih belum tahu ada halangan apa di depan, kondisi dimana aku merasa kalau aku mampu melewati semua ujian dengan mudah, kondisi dimana aku overconfidence.

Dahulu ...
Setiap malam hanya aku habiskan dengan bermimpi dan berkhayal apa jadinya seorang anak desa ini bisa berkuliah di tempat yang sangat mengesankan. Bukankah hal itu akan membuat geger orang orang disekitarku , membuat bangga kedua orang tua ku, dan banyak lagi yang tidak bisa aku bayangkan. Keinginanku untuk berkuliah ditempat yang luar biasa itu tidak semata mata datang dari pribadi ku saja, ada banyak hal yang mendukung dan mendorongku untuk kesana, ya salah satunya termotivasi dari teman teman luar sekolahku yang bahkan punya motivasi untuk berkuliah di luar negeri.

Aku ini iri, tapi dalam konteks yang baik menurutku, aku sangat ingin menjadi seperti orang lain yang aku anggap luar biasa, tapi apa daya? ditengah lamunanku aku selalu dipatahkan dengan kondisi dan keadaanku . Aku bukan orang yang berada, kemampuanku juga bukan diatas rata rata , dan sekolahku juga adalah salah satu sekolah negeri yang berada di daerah dan kemungkinan untuk bersaing dapat dipastikan akan kalah. Tapi semakin aku terpatahkan untuk mengejar semuanya semakin keras dorongan dari dalam diri ini untuk berusaha membuktikannya.

Masih teringat jelas , ketika awal semester 2 di kelas 3 sekolah menengah atasku. Ketika itu disetiap dinding kelas di sekolah ku telah diisi tulisan , mimpi , dan harapan teman temanku untuk kuliah dimana dan ingin jadi apa. Sungguh energi positif yang sangat berguna.Semua orang punya mimpi, mimpi yang sangat luar biasa, ingin jadi dokter,ingin jadi polisi, ingin jadi insinyur,ingin jadi teknisi, ingin jadi guru, ingin kuliah di sana sini yang itu merupakan universitas-universitas terfavorite di Indonesia. Aku senang, setidaknya waktu itu mereka mempunyai mimpi yang besar.

Setiap anak bersemangat sekali menceritakan apa yang akan mereka usaha dapatkan. Mereka semangat untuk berusaha menuju universitas impian. Tapi , berbeda denganku, aku anak yang terlalu takut untuk menuliskan mimpiku di tembok sekolah, bukan karena aku tidak punya mimpi atau apa tapi alasan lebih tepatnya aku takut orang lain tau dan mencemoohkan mimpi ini, mimpi yang dahulunya aku fikir tiada ujungnya, biarlah apa yang ingin aku dapatkan aku simpan erat-erat sampai waktu yang akan sampaikan.

Setiap pagi ketika aku kesekolah aku selalu tersenyum, bahagia rasanya setiap hari selalu di berikan energi positif dari tulisan teman temanku walaupun aku sendiri tidak menulisnya dan betapa egoisnya diri ini ketika hanya ingin menerima tapi tidak ingin memberi, maafkan aku pada waktu itu, tapi itulah solusi terbaik pada saat itu.

Waktu terus berjalan, tapi jujur saja enam bulan terakhirku di sekolah seakan cepat berlalu, entah kemana aku habiskan waktu terakhirku atau aku sibuk untuk berkhayal dan bermimpi secara berkepanjangan? entahlah.

Masa sekolah akan menemui batasnya sebentar lagi, anak kelas 3 angkatanku sudah mulai disibukkan dengan tugas akhir menuju uas yang luar biasa banyak. Tidak hanya tugas yang memberatkan dan terlalu banyak tapi juga diselingi dengan ujian Try Out menuju UN juga harus menyapa di sela sela kesibukan ini, kerut kening pada wajah anak kelas 3 telah tampak disaat keadaan akan berpisah masih saja tugas membebani benak kami.

Hari-hari berangkat jam 6 pagi pulang jam 6 malam pun aku rasakan, penat, tapi semua itu demi tugas akhir ini. Tapi sibuknya kegiatan kami tidak membuat kami berputus semangat, suasana sekolah seakan menahan kami untuk menahan kami lebih lama di sekolah, sekolah serasa semakin nyaman dari biasanya. Dan timbul lah rasa takut untuk pergi dan berpisah dari kenyamanan ini ...

Hari-hari bersama tugas, hari hari dengan Try Out sangat menguras emosi dan tenaga. Dan betapa lebih mengecewakan ketika tahu nilai Try Out pertama jauh dari harapan,sudah kubilang aku hanya anak biasa-biasa saja dengan kemampuan rata-rata, hasil itu juga sebagai pelecut semangatku dan reminder jika ingin bersaing di skala yang lebih besar.

Sejak saat itu aku jad hardworker , aku serasa melampaui batas ku, aku merasa terlalu keras berjuang untuk semua yang ingin aku dapatkan dan Alhamdulillah menunjukkan progres yang mengmbirakan. Setidaknya dengan nilai Try Out ku sekedar kata lulus di Ujian Nasional dapat aku raih. Tapi sekarang yang jadi concern utamaku bukan itu, disaat yang bersamaan dengan kesibukan pendafataran SNMPTN telah dibuka, pendaftaran siswa undangan tanpa tes kepada siswa siswi yang mempunyai nilai yang cukup baik. Huaah!

Disinilah kebingungan dan keputus asaan bermula...

-c-


"Bahkan ketika kamu mulai letih dan berputus asa dengan semua yang kamu hadapi kembali ingat apa yang membuat mu ada ditempat itu, ingat kembali perjuangan dan semua yang telah kamu korbankan" - Pemilik Blog Tampan.

 


Share:

November di Langit Lain |1

Assalamualaikum

[21 November 21015]

Alhamdulillah akhirnya punya sedikit waktu gabut dan kepikiran tempat lama yang selalu buat semangat ini kembali recharge , ya blog sederhana yang selalu temani sepi dan menjadi teman untuk menuangkan semua keluh kesah serta berisi mimpi-mimpi yang pernah aku bayangkan.

Ternyata sekarang tidak semudah dulu, aku punya banyak cerita yang ingin aku ceritkan di blog jadul ini tapi ya butuh waktu lebih dari setengah jam untuk menulis satu paragraf dengan diksi yang tepat dan mudah dimengerti.

Hahaha biarkanlah diksi ini berantakan, aku bukan penulis aku hanya orang yang dahulu pernah memikirkan untuk menjadi seorang kreator handal, dengan puluhan bahkan ratusan buku yang terjual best seller , mendapatkan penghargaan karena prestasiku disana sini karena menulis dan ah... sudahlah sekarang aku tidak terlalu memikirkan. Biarlah ini menjadi sebagai hobby dan sekedar pengingat kenangan yang akan aku ciptakan dan lalui.

Selain perbedaan dan kesulitan memilih diksi mungkin ini juga dipengaruhi tempat ku menulis yang tidak sama dengan yang dulu, tembok kamarku kini berbeda aku tinggal dikamar yang mungkin lebih kecil dari kamarku dulu dengan cat yang berbeda. Tiada lagi terdengar suara yang meneriakan untuk makan malam tiada lagi suara yang meneriakan untuk belajar, ya kini berbeda kini aku sudah mencoba mandiri, mandiri? bukan aku yang ingin berpisah dan hidup sebatang kara tapi keadaanlah yang menuntut ku seperti ini.


Sudahlah lupakan, ini sudah terlalu jauh ...

16 Maret yang lalu, tulisan sebelum ini yang penuh dengan ungkapan emosional menjadi satu satunya alasanku untuk kembali mencoba menulis disini lagi. Aku ingin memberi lanjutan kisah klasik masa SMA ku kepada kalian, kemana doa,usaha , dan keluh kesahku selama sekolah akhirnya berlabuh.

Aku tidak berusaha sombong dengan nikmat yang telah diberikanNya kepada ku, tapi satu niat ini semoga apa yang aku tulis dapat menginspirasi diriku dan semoga juga kepada orang lain, tidak lebih.

.
.
.
.

Tidak ada yang tahu apa yang akan kita alami dimasa depan ,apa yang akan kita dapatkan dimasa depan, dan sesuatu apa yang akan hilang dimasa depan, persamaan aljabar dengan kombinatorik kompleks pun tak ada yang dapat memetakannya, ini kuasa-Nya Bung!



"Semua yang pernah diusahakan dengan sungguh-sungguh,secepatnya akan membuahkan" - Pemilik Blog Tampan.


-c-
Share:

REMINDER

TERNYATA MASIH ADA WAKTU
CUKUP 1 BULAN INI
TOLONG SEMANGAT!

JANGAN MALAS
KURANGIN TIDUR,NGELAMUN,MAIN,KETAWA-KETAWA NGGA JELAS,PLEASE SERIUS!

MANFAATIN WAKTU PRODUKTIF, NO PENSI, NO PES, MASIH ADA MATEMATIKA , FISIKA , KIMIA , BIOLOGI , BAHASA INDONESIA, DAN BAHASA INGGRIS!

LAST CHANCE!
UNTUK KITA TERKHUSUS BUAT AKU!
Share:

Jalan Hidup Luffy

Ternyata untuk menentukan jalan hidup kita kedepannya itu lumayan susah, susah banget malah. Tidak semudah apa yang sering kita tonton di anime-nya Jepang, seperti Naruto yang sejak kecil sudah tau ingin jadi hokage ataupun Luffy yang sejak dia kecil sudah teguh dengan pendiriannya sebagai seorang raja bajak laut.

Manusiawi! hal yang kita rasakan memang wajar untuk seukuran manusia remaja yang sedang berusaha mencari dan menentukan jalan hidupnya dan menjadi dewasa.Ketika kita mulai merasa "kuat" dengan pendirian menjadi apa tiba-tiba satu hal kecil dapat membuat sesuatu yang kuat tadi menjadi perlahan lemah dan bahkan mati. 

Bicara tentang pilihan, apalagi untuk kita yang sudah hampir tiba diujung jalan untuk berpikir dan menitih masa depan baik itu untuk kuliah, kerja, jodoh dan lain lain memang sangat menguras tenaga dan pikiran. Banyak aspek yang menjadi pertimbangan sebelum pilihan itu dijatuhkan, seperti restu dari kedua orang tua -salah satu aspek yang sangat penting. Dan kemudian tibalah saat waktu untuk berpikir semakin hari semakin menyempit, Harus jadi apa? Sesuai atau tidak ? Keren atau tidak ? Begitu banyak pertanyaan terbesit sebelum kita menentukan sebuah pilihan hidup. Dengan waktu yang semakin mendesak bukannya membuat kita untuk mencoba bahkan berusaha berpikir lebih kritis malah membuat beberapa orang (read:seperti saya) hanya diam santai dan mencoba untuk melupakan semuanya padahal tindakan untuk mencoba lari dari kenyataan itu tidak ada gunanya, karena suatu pertanyaan akan selalu mengejar untuk meminta jawaban.

Mau tidak mau kita harus menentukan jawaban! 

Ibaratkan kita dan sebuah pertanyaan tentang pilihan ini seperti tubuh dan bayangannya! Sekuat apapun kita berlari sejauh apapun kita pergi dan sekeras apapun kita coba mengelak ia tak akan pernah lepas dan akan tetap berada disamping kita dan akan terbawa kemanapun kita pergi. Hidup ini adalah pilihan! mungkin sekarang kita sedang berat menentukan pilihan tapi mungkin suatu saat akan ada pilihan yang jauh lebih berat! 

Jadi lewati dan coba untuk jalani! Walaupun berat, pilihan yang datang dari kita sendiri pasti akan terasa lebih memuaskan daripada pilihan yang dibuat orang lain.Tiada gunanya menunda dan bahkan lari, cobalah untuk berani cobalah untuk jujur terhadap diri sendiri, sebenarnya jawabannya telah ada pada diri (read:hati) karena semua yang telah diciptakan mempunyai pasangan! cowok-cewek Pertanyaan-Jawaban .Ingat! Walaupun berat ... Tetaplah berusaha dan istiqomah dengan apa yang telah kita tentukan!


 "Satu yang pasti! Mendaki kepuncak itu nggak bisa sesantai jalan dipantai"
 - Pemilik blog tampan
Share:

Beberapa hari terakhirku di sekolah yang "ternyata" aku cintai

Jujur, sesuatu yang sepertinya tidak pernah terbayang sebelumnya tentang betapa indahnya masa-masa putih abu-abu ini datang dengan tiba-tiba beberapa hari terakhir ini. Indah? ya ternyata memang indah, ketika semua beban untuk bersaing mendapatkan yang terbaik hilang malah yang timbul semangat untuk bersatu dan bersama untuk melalui satu langkah menuju gerbang jembatan kesuksesan. Aku tahu senyum kalian yang sekarang semakin lepas dan lebih tulus sangat dapat aku rasakan. Ketika canda tawa kita semakin tidak terbatas, dan ketika keakraban kita semakin intens dan bahkan sepertinya kita telah membuat sebuah ikatan "darah" walaupun sebenarnya kita tidak bersaudara.

Kurang dari 1 minggu lagi kita akan bersama-sama menentukan pilihan dengan menekan tombol masa depan itu, tapi jujur aku merasakan hal yang absurd, susah digambarkan , tapi intinya aku masih ingin tetap bersama-sama dengan kalian,tetap ingin melepaskan tawa yang tulus ini bersama, dan ingin meluapkan semua masalah yang aku hadapi dengan kalian bersama. Apakah kalian juga merasakan? aku harap begitu, agar rasa ini tidak bertepuk sebelah tangan.

Cerita singkat ini bukan sebuah narasi yang aku buat-buat dengan menggunakan majas yang berlebihan, ini real dari hati terdalam, betapa aku merasakan sesuatu yang baru aku genggam erat dan tak ingin aku lepaskan sekarang.

Kalian, ya aku sangat berterima kasih , dulu aku kira kesan yang orang lain katakan tentang masa putih abu-abu ini sangat mengesankan tidak akan pernah aku dapatkan. Tapi, beberapa hari ini kita sudah ciptakan bersama hal itu, tapi ada satu yang selalu menjadi pertanyaanku, kenapa keakraban ini tiba ketika dipenghujung? selalu?.

Hal yang tak perlu disesali, kita hanya perlu jalani.

Untuk kalian teman-temanku yang pernah saling mengenal dan melukis indah kanvas putih abu-abu ini, dalam doa ku aku pasti ingin yang terbaik untuk masa depan kita, sesuatu yang selalu kita idam-idamkan serta ingin kita wujudkan untuk membanggakan dan membahagiakan kedua orang tua kita. Selalu ingin kalian tetap dijalan yang benar sampai suatu saat kita akhirnya mengelap keringat sambil tersenyum bahagia dengan apa yang telah kalian raih. Sampai ketika kedua orang tua kita menangis haru ketika melihat anaknya sedang ber orasi di podium paling tinggi. Dan sampai ketika kita kembali berkumpul dengan saling menceritkan hal-hal yang telah menjadikan dan merubah hidup kita masing masing menjadi lebih berarti,

Teman aku yakin rasa ini mungkin akan memudar perlahan dihati kita apabila kita telah berpisah nanti. Karena sesuatu yang sudah tinggalkan lama tidak akan sama lagi rasanya jika kita kembali lagi -pelajaran yang aku dapatkan ketika membaca buku Koala Kumal.Tapi aku yakin, walaupun rasa saling memiliki diantara kita memudar, jangan biarkan mimpi yang sudah kita torehkan bersama itu memudar, karena cuma itu satu-satunya hal yang mengikat kita ketika kita sudah jauh berpisah satu sama lain.

Untuk kalian teman temanku! sampai jumpa di pertemuan selanjutnya ketika kita sudah sukses dan bahagia bersama tanpa terkecuali!
Semoga kita LULUS Ujian Nasional, SNMPTN , SBMPTN , Simak UI , dan Ujian Masuk apapun yang kita ikutin! Aamiin! Barakallah!

"Sampai jumpa, sampai jumpa , sampai jumpa (lagi)! teman-teman yang aku sayangi , kalian terhebat dan tak akan terlupa! Pegang impian itu karena hanya itu hal yang dapat membuat kita tetap erat" - pemilik blog tampan
Share:

H-10

"Jangan biarkan kebingungan ini selalu berlarut-larut jika kau tidak ingin melewatkan bunga sakura yang sebentar lagi akan mekar (hanami) , Ganbatte!"-Pemilik blog tampan


Tidak terasa sudah jalan H-10 sebelum hari terakhir finalisasi SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) pfft -salah satu jalan menuju masa depan. Sebagian orang mungkin sudah mantap-mantapnya menetapkan pilihan di Universitas mana ia akan berlabuh dan jurusan apa yang akan ia pilih, jujur beberapa siswa/siswi kelas XII merasakan bahwa ini adalah suatu masalah yang lumayan berat, karena jika salah-salah memilih mereka akan membuat perjuangan selama 12 tahun di SD-SMA menjadi sia-sia.

Hanya sekedar mengingatkan kalau jangan sampai mengisinya di ujung-ujung hari seperti H-5 keatas. Maaf bukan sombong karena sebenarnya saya sendiri belum mengisinya, saya masih berdoa agar diberikan kemantapan hati dan petunjuk agar nanti ketika pengumuman SNMPTN/SBMPTN/UM saya dapat kembali menulis blog ini dengan perasaan senang dan mengupload photo tanpa tanda merah dan kata MAAF :)

Semangat buat kita, dimanapun kita ingin mencoba cobalah, seandainya kita sudah berushaa sudah berdoa sudah tawakkal sudah semuanya, insya Allah kita akan diizinkan untuk menggapai cita-cita kita, tapi ... seandainya tidak sesuai dengan harapan dan cita, sabar! mungkin itu bukan jalan kita karena Allah tidak akan memberikan apa yang kita inginkan tapi memberikan apa yang sesungguhnya kita butuhkan! Manjadda wa jada (siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia dapat).

See you!- Pemilik blog tampan


" sampai tujuan yang aku ingin ...
  terus jalan walau takkan sampai ...
  ditengah mimpi air mata mengalir ...
  kuhapus dengan tangan ini ...." -Boku no Sakura 

"Impian ada di tengah peluh ...
Bagai bunga yang mekar secara perlahan ...
 Usaha keras itu tak akan mengkhianati ...
Impian ada di tengah peluh ... 
Selalu menunggu agar ia menguncup ...
 Suatu hari pasti sampai harapan terkabul ..." -Shonici




 "Sakura , hidup singkat dan bermakna lalu mati"
Share:

Pengamen Bergitar

"Bahkan kita tidak bisa menilai seseorang itu dari tampak luarnya saja , sesuatu yang baik bahkan tertutupi itu lebih sangat baik dibandingkan kebaikan yang diumbar-umbar (ria)"-Pemilik blog tampan.

 Waktu di Padang ada satu pelajaran penting yang bisa aku share , ketika makan ada abang-abang pengamen yang penampilannya itu lumayan lusuh dan "brutal" , awalnya aku berpikir itu wajar karena ia adalah seorang pengamen , akan tetapi kewajaran berubah keganjilan ketika ia menyapa salah satu gadis muda yang sedang nongkrong dengan teman-teman lelakinya yang keliatannya mahasiswa dan mahasiswi.
Kemudian abang itu mulai bernanyi, lagu pertama terlihat biasa , ketika lagu kedua dimainkan yaitu lagu bocah malang yang dulunya menjadi pengamen sekarang sudah menjadi artist itu diganti liriknya dengan 

"cita-citaku menajadi mahasiswa ...
 duluku susah sekarang alhamdulillah...
...
kuliah ku kurang biaya...
terpaksa aku mengamen saja...
tetapi aku tak berputus asa ...
insya allah tahun ini ku wisuda ..."

Jujur, entah abg itu cuma bernyanyi atau apa , tapi aku yakin bahwa dia emang kuliah. Iba satu kata yang keluar, karena diluar sana masih ada yang lebih susah daripada aku, dan yang lebih meibakan , hal yang terjadi dengan abg ini berbanding terbalik dengan gadis muda temannya tadi yang kerjanya nongkrong dan bahkan tak sengaja aku melihat gadis muda ini memetik rokok bersama teman-teman lelakinya. Nauzubillah. Silahkan tarik kesimpulan sendiri. 2 kondisi yang berbeda, kondisi yang tidak ingin menyusahkan kedua orang tuanya dan kondisi yang kontradiktif dengan kondisi pertama.



Share:
@Copyrigth 2015 Ihsan Akmala . Diberdayakan oleh Blogger.